Selasa, 08 Desember 2009

Keadilan Bukan Hak Rakyat Kecil

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah ungkapan yang pantas bagi rakyat kecil di negeri ini. Mengapa demikian ? Saat ini sangat sulit untuk mempercayai para pengadil, karena pengadil lebih condong kepada orang yang punya jabatan atau yang punya kekuasaan dan punya uang banyak.
Kita lihat satu contoh yang sangat jelas dalam kasus kepemilikan dan perdagangan narkoba yang dilakukan oleh seorang jaksa dan seorang supir. Sangat jelas perbedaannya, jaksa yang kepergok membawa dan menjual 343 butir ekstasi hanya dihukum 1 tahun penjara, padahal itu merupakan barang bukti dan dia tahu tentang hukum, tapi melanggarnya, seharusnya dia dihukum lebih berat, sedangkan amir mahmud seorang sopir yang hanya memnggelapkan 1 butir ekstasi dihukum 4 tahun penjara.
Mudah-mudahan tulisan saya ini bukan termasuk pencemaran nama baik, seperti yang ditulis bu pritsa mulyasari, yang menuliskan pengalaman pribadinya di internet yang menyebabkan dia dihukum yang katanya karena telah mencemarkan nama baik salah satu Rumah Sakit. Mungkin takut tidak mempunyai pasen lagi karena pelayanannya tidak sesuai dengan kenyataan.

Kamis, 29 Oktober 2009

Tragedi Maut

Pada hari kamis tanggaal 29 Oktober 2009 telah terjadi peristiwa yang sangat memilukan hati bagi keluarga kami. Yaitu meninggalnya saudara perempuan kami dengan cara yang sangat mengenaskan, almarhumah mengalami kecelakaan sepeda motor bersama keluarganya. Dia bertabrakan dengan mobil kontener hingga terseret sedikit dan kakinya tergilas ban. Tak lama setelah kejadian dia di bawa kerumah sakit oleh suaminya dan seorang anggota TNI. Selama dalam perjalanan dia masih sadar dan sempat bercakap-cakap, setelah samapai diRS langsung dibawa ke UGD. Setelah pemeriksaan dan hasilnya sangat mengejutkan bagi suaminya, lukanya sangat parah dan sampai akhirnya meninggal dunia. Walaupun sangat menyedihkan bagi suaminya dan keluarga kami masih merasa beruntung karena suami dan anaknya selamat.

Oleh karena itu saya menghimbau kepada para penguna jalan supaya berhait-hati selama perjalanan, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan selama perjalanan.

Jumat, 16 Oktober 2009

Tips Mengatasi Masalah

Hidup ini penuh dengan harapan, cobaan dan penderitaan. Kalau kita tidak dapat membedakan antara baik dan buruk, mungkin kita sudah tidak mempunyai arah lagi menjalan hidup ini. Memang kalau kita punya banyak masalah kadang kita tak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu saya mencoba untuk memberikan pemecahan masalah yang sederhana.

Ada beberapa tips untuk memecahkan masalah :

1. Kenali
Kita pelajari dulu apa akar permasalahannya, cari sumbernya kita runut dari awal yang menjadi awal permasalahan sampai kita menemukan pemecahannya.

2. Pahami
Kita pahami yang menjadi akar masalahnya. Mengapa sampai terjadi kalau kita sudah memahami dan merasakan masalah kita dan perdalami masalah ini kita akan menemukah pemecahannya.

3. Tanyakan
Bila kita belum juga menemukan pemecahan masalah dengan kedua cara diatas, coba kita tanyak kepada orang yang telah memahami betul untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. Kita jangan asal meminta pendapat kepada orang, kita harus tahu betul orang yang akan kita minta pendapatnya.

4. Tawakal
Pada akhirnya kita harus meminta pertolongan kepada yang seharusnya kita pinta yaitu Allah SWT. Kita meminta kepada Allah lansung apa yang menjadi masalah kita dengan cara kita berdoa, melakukan shalat malam, karena waktu yang tepat dan diutamakan dan doa yang dikabulkan pada 2/3 malam hari.

Dari semua tips di atas ada satu prinsip yang perlu di pegang teguh sebagaimana selalu di sampaikan oleh Pimpinan Ponpes Daarut Tauhiid-Aa Gym- "Yang jadi masalah sebenarnya adalah bukan masalahnya tetapi bagaiman sikap kita terhadap masalah".

Sekian dulu Tips untuk memecahkan masalah ini, kita sambungb lagi di postingan yang akan datang.

Jumat, 03 Juli 2009

Aksi Stop Dreaming Start Action

Suatu peristiwa dapat membawa makna yang berbeda-beda. Hal tersebut bergantung bagaimana kita bersikap terhadap suatu peristiwa. Pilihannya adalah, bagaimana kesadaran kita dibentuk melalui hal-hal yang sederhana dan nyata dihadapan kita. Atau, apakah kita akan membiarkan peristiwa terjadi mengalir begitu saja. Maka mulailah kita Stop Dreaming Start Action, yang akan mengubah perilaku kita kearah yang lebih baik dan bermanfaat bagi kita dan lingkungan. Saya coba mengikuti kontes SEO yang diadakan oleh mas Joko Susilo.

Saya selalu memandang hidup sebagai serangkaian aksi-reaksi. Tuhan memberikan aksi, kita meresponnya dengan reaksi. Saya bukan orang yang percaya dengan 'matematika sederhana' soal rahmat dan musibah. Kalau orang berbuat baik, maka ia akan dirahmati. Kalau ia berbuat buruk, maka ia akan ditimpa bencana. Saya yakin dengan Stop Dreaming Start Action, kita bisa lakukan yang terbaik buat kita dan meninggalkan yang buruk.

Wajar jika kita merasa berat, namun tidak perlu mengeluh. Wajar pula jika kita merasa senang, tapi tak perlu mabuk dalam euforia. Allah bukan teman yang bisa berkhianat dan meninggalkan hamba-hamba-Nya ketika terjebak dalam kesulitan. Bagaikan batu yang ditimpa martil, kita bisa hancur, tapi tidak boleh menyerah. Allah tidak menghendaki kita untuk menyerah. Allah memberikan aksi kesusahan, dan Dia mengharapkan reaksi, bukan keputusasaan. yang kita butuhkan hanya Stop Dreaming Start Action kita dan mensyukuri yang telah Allah berikan yang terbaik buat kita, tinggalkan segala perbuatan maksiat.

Tentu kita semua punya mimpi ingin hidup bahagia didunia dan Akhirat, tentang yang satu ini tentu semuanya sependapat bahwa kita tetu semangat ketika ketika kita membicarakan mimpi kita. Apalagi Mimpi itu Gratis alias tidak dipungut biaya...Yang menjadi pertanyaan, beranikah kita bermimpi Besar..? Atau kita takut nantinya hanya akan menjadi pemimpi besar..? Sebesar apa mimpi kita, jika tidak didorong dengan motivasi untuk mencapainya, tentunya akan menjadi sebuah mimpi yang tak kesampaian,Banyak orang yang berhenti sebelum meraih mimpi-mimpinya, mengapa..Ya.. tentu saja (apalagi untuk mimpi yang besar)pastilah tidak semulus yang dibayangkan. Oleh karena itu kita jangan hanya punya mimpi mulailah dengan Stop Dreaming Start Action untuk mencapai mimpi kita jadi kenyataan. Pada akhirnya hidup bahagia didunia dan Akhirat menjadi kenyataan.

Selasa, 03 Maret 2009

Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi di Indonesia telah tiba, tanggal 9 April peimilihan anggota legislatif digelar. Pemilu semakin dekat banyak partai terjun ke masyarakat hanya untuk mencari dan demi mendapatkan simpati saja, agar masyarakat mau memilih mereka. Padahal banyak partai politik yang terjun kemasyarakat itu hanya akan pemilu doank, bila pemilu sudah lewat mereka pun melewatkan apa yang telah mereka perbuat pada masyarakat, begitu bukan...... !. Baligho, spanduk poster dan alat peraga lainnya terpasang di setiap pelosok. Coba bayangkan berapa banyak uang yang dikeluarakan untuk biaya tersebut !
Para caleg dan anggota partai lagi-lagi menawarkan janji-janjinya sebagai pemikat dan bumbu penyedap lainnya agar menarik perhatian masyarakat sebagai calon pemilih.
Tapi sekarang masyarakat sudah bosan dengan janji-janji partai dan caleg, yang hanya menawarkan saja tanpa ada bukti bila mereka terpilih.
Oleh karena itu kita sebagai pemilih harus jeli melihat para calon anggota legislatif baik DPR maupun DPRD dan partai politik, apa yang telah mereka perbuat dan lakukan pada masyarakat. Tentunya kita sudah merasakan

Sabtu, 14 Februari 2009

Valentine's Day

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”

Dari kutipan diatas, Allah mengasihi dan menyayangi ummatNya tanpa kecuali baik yang beriman maupun yang tidak. Allah juga memerintahkan kepada ummatNya untuk berkasih sayang, tentunya sesuai dengan Al Quran dan As sunah Rosulullaoh SAW.

Kasih sayang merupakan sebuah nilai yang universal, semua orang di dunia menyetujui bahwa kasih sayang adalah nilai yang agung, berkaitan dengan kasih sayang ini ada sedikit cerita tentang asal muasal valentine’s day. Valentine itu berkaitan dengan St. Valentine. Ia adalah seorang pria Roma yang menolak melepaskan agama Kristen yang diyakininya.Ia meninggal pada 14 Februari 269 Masehi, bertepatan dengan hari yang dipilih sebagai pelaksaan ‘undian cinta’. Legenda juga mengatakan bahwa St. Valentine sempat meninggalkan ucapan selamat tinggal kepada putri seorang narapidana yang bersahabat dengannya. Di akhir pesan itu, ia menuliskan : “Dari Valentinemu”.

Cerita yang lain yaitu Saint Valentine adalah seorang pria yang membaktikan hidupnya untuk melayani Tuhan di sebuah kuil pada masa pemerintahan Kaisar Claudius. Ia dipenjarakan atas kelancangannya membantah titah sang kaisar. Baru pada tahun 496 Masehi, pendeta Gelasius menetapkan 14 Februari sebagai hari penghormatan bagi Valentine.

Akhirnya secara bertahap 14 Februari menjadi hari khusus untuk bertukar surat cinta dan St. Valentine menjadi idola para pecinta. Datangnya tanggal itu ditandai dengan pengiriman puisi cinta dan hadiah sederhana, semisal bunga. Sering juga untuk merayakan hari kasih sayang ini dilakukan acara pertemuan besar atau bahkan permainan bola. Acara Valentine mulai dirayakan besar-besaran semenjak tahun 1800 dan pada perkembangannya, kini acara ini menjadi sebuah ajang bisnis yang menguntungkan.

Ternyata benar, valentine’s day itu bukan dari Islam, bahkan merayakannya akan menyeret pelakunya kepada kemusyrikan, sebuah perbuatan yang akan mencederai ketauhidan kepada Allah. Ini masalah besar dalam Islam.

Selanjutnya valentine’s day akan memunculkan memunculkan dan membentuk akhlak baru yang mengkhawatirkan, diantaranya:

Pertama, munculnya akhlak tasyabuh yaitu akhlak meniru orang lain dengan tanpa mengetahui dan mempertimbangkan sebab dilakukannya valentine’s day. Dengan meniru praktek berkasih sayang yang buruk akan membuat ketinggian kasih sayang Islam akan pudar dan secara perlahan akan sirna. Untuk itu Rasulullah saw memagari umatnya dengan sebuah hadits:

مَن تَشَبَهَ بِقَومٍ فَهُوَ مِنهُم رواه الترمذي

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” [HR. Tirmidzi.]

Kedua, dengan meniru orang lain menunjukkan ketidakberdayaan umat Islam yang pada gilirannya akan meninggalkan ciri ketinggian nilai-nilai Islam. Karena dengan mengikuti Valentine bukan saja sekedar pesta untuk menyatakan kasih sayang, tetapi juga pesta yang mau-tidak-mau harus mengikutkan budaya lainnya.

Ketiga, valentine’s day secara tidak langsung memberi keuntungan kepada pihak kapitalis dan menjadikan umat Islam sebagai konsumen saja. Mereka yang membuat, memproduksi barang kepentingan perayaan, sementara pembelinya adalah umat Islam.

Dikala seperti ini, kita pegang saja kuat-kuat Sabda Nabi Muhammad saw: “katakanlah: aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah!” Dengan iman yang menancap di lubuk hati, sampai pada cinta kepada keimanan dan iman itu menghiasinya, maka akan benci kepada bentuk kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan sebagai firman Allah di Surat al-Hujurat: 7

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”

Wallahu a’lam

Kamis, 29 Januari 2009

Larangan Berjilbab

Larangan penggunaan jilbab ternyata masih terjadi di negara yang penghuninya mayoritas Muslim. Hal ini menimpa Perawat Rumah Sakit Karya Medika II Tambun. Sungguh Terlalu!

Berita mengagetkan itu kami terima dari telepon. Setengah tak percaya kami mendengar laporan dari seseorang di ujung telepon. Hari gini masih ada pelarangan jilbab? Padahal setiap 4 September ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Jilbab Internasional dan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 juga telah menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk menjalankan agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Kenapa masih ada pelarangan jilbab?

Bak puzzle, segera kami menyusun laporan itu satu demi satu. Setelah menemui si pemilik suara, Sabili menuju TKP. Benar! Kasus pelarangan jilbab kembali terjadi, kali ini korbannya perawat Rumah Sakit Karya Medika (RSKM) II Tambun, Bekasi. Pihak rumah sakit beralasan agar perawat tidak berafiliasi pada golongan tertentu, tidak boleh menggunakan simbol-simbol agama.

Di awal Agustus, di tengah teriknya matahari, Sabili datang ke RSKM Tambun untuk mengkonfirmasikan kebenaran berita tersebut. Sebelum menemui bagian informasi, Sabili sempat melihat sebuah mushala As-Syifa bertuliskan “Majelis Taklim RSKM II” di dekat pintu masuk utama. Setelah bertemu bagian informasi, Sabili pun terkejut melihat karyawati RSKM bagian informasi yang memakai jilbab. Benarkah RSKM ini melarang jilbab bagi perawatnya?

Setelah Sabili mengemukakan keinginannya untuk bertemu dengan Kepala Humas RSKM II, Robin Damanik, karyawati bagian informasi menjelaskan kepada Sabili bahwa ia sedang rapat. “Tidak bisa diganggu!” Kemudian petugas itu memberikan brosur rumah sakit yang tercantum nomor telepon untuk dihubungi.

RSKM II yang bermoto “Kesehatan Anda Kepedulian Kami” berdiri sejak 2003 di jalan Sultan Hasanuddin No 63 Tambun Bekasi. Sebelum datang ke RSKM tersebut, kami sempat bertemu dengan dua saksi teman korban, Melati dan Abdullah (bukan nama sebenarnya). Mereka menjelaskan, setelah diterima bekerja pihak manajemen mewajibkan perawat dan karyawan yang berjilbab untuk melepaskan jilbabnya saat bekerja, bila tidak maka perusahaan tidak bisa menerima. Padahal peraturan itu sama sekali tidak tertulis dan tercantum dalam aturan perusahaan. Pihak RSKM beralasan mengenakan jilbab mengganggu pekerjaan saat melayani pasien.

Abdullah menuturkan sungguh tidak logis dan dibuat-buat. Padahal kita tahu di RS Islam saja perawatnya memakai jilbab, toh tidak mengganggu pekerjaan. Kalau memang jilbab menggangu dalam bekerja kenapa tidak ada peraturan tertulis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Anehnya lagi, lanjut Abdullah, jilbab hanya dilarang di RSKM Tambun, sedangkan di RSKM I Cibitung yang terletak di Jl Iman Bonjol Cikarang Barat tidak dilarang. Padahal keduanya adalah satu grup. “Kalau memang itu sebuah peraturan kenapa berat sebelah,” tuturnya.

Menurut seorang sumber di RSKM I Cibitung, jilbab dilarang di RSKM Tambun sudah sejak berdirinya pada tahun 2003. Awalnya bukan hanya perawat yang dilarang, tapi juga karyawan medis maupun non medis. Tapi sekarang perawat saja yang dilarang berjilbab. Ia pun mengakui adanya dikotomi manajemen di RSKM I dengan RSKM II. Di RSKM I jilbab tidak dilarang karena mayoritas manajemennya Muslim sedangkan di RSKM II dilarang karena manajemennya non Muslim.

Berdasarkan pantauan Sabili, pelarangan jilbab ini mulai terkuak saat bulan Juli lalu, ketika 10 orang perawat dimutasi dari RSKM Cibitung ke RSKM Tambun dengan alasan butuh perawat karena jumlah pasien bertambah. Tujuh orang yang dimutasi itu adalah perawat yang berjilbab. “Kenapa harus yang berjilbab yang dimutasi? Kenapa tidak yang lain. Selain itu mengapa pihak manajemen tidak berkoordinasi dengan majelis taklim An-Nur yang ada di RSKM Cibitung,” tukas Abdullah kepada Sabili bingung.

Saat rapat di Aula RSKM I tanggal 9 Juli 2008 tentang mutasi karyawan dari RSKM I ke RSKM II, Abdullah yang ditemui Sabili di sebuah warung bakso di Cikarang Barat menjelaskan di antara pembahasan rapat itu menyamakan pelayanan di RSKM I dan II dengan beberapa rumah sakit lain yang mengatasnamakan profesionalisme. Hal ini tentu membuat resah para perawat yang berjilbab. Pasalnya, ini berarti sama saja melarang perawat mengenakan jilbab saat bekerja. Padahal tak ada hubungan antara jilbab dengan kemampuan yang mereka miliki. Jadi berjilbab tidak menghalangi profesionalitas.

Melati mengungkapkan usaha konsolidasi telah dilakukan tujuh karyawati berjilbab tersebut dengan Direksi. Namun, Direksi hanya menjawab, “Di RSKM II memang harus melepas jilbab, jika tidak mau maka tidak usah bekerja di situ.”

Bagi yang istiqamah demi mempertahankan jilbabnya, dia akan ditempatkan di ruang rawat biasa. Ini sama saja penurunan jabatan secara halus dan membuatnya tidak nyaman.

Salah satu korban yang dihubungi Sabili via telepon membenarkan adanya pelarangan jilbab bagi perawat di RSKM Tambun. Karena ia menolak melepaskan jilbab, akhirnya ia pun dipindahkan ke bagian lain yang lebih rendah. Sudah bisa ditebak gajinya pun minim. Perpindahan kerja itu secara tidak langsung merupakan penurunan jabatan.

Sementara itu, Humas RSKM Tambun Robin Damanik saat dikonfirmasi Sabili via telepon (12/8) membantah adanya pelarangan jilbab. Robin pun balik bertanya? “Dari mana berita tersebut?”

Menurutnya tidak benar ada larangan memakai jilbab bagi perawat maupun karyawati. “Tidak ada larangan bagi perawat untuk mengenakan jilbab di RSKM II, berita itu perlu diluruskan,” tutur Robin dengan tegas.

Menanggapi kasus ini, Divisi Publikasi dan Kajian Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Fitria menjelaskan, seharusnya pihak RSKM tidak melarang jilbab, karena itu melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-Undang Ketenagakerjaan. “Tidak ada satu pun UU tenaga kerja yang melarang memakai jilbab,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Anggota DPR dari Komisi VIII Yoyoh Yusroh. Ia menjelaskan pelarangan jilbab tidak berdasar dan bertentangan dengan SK 3 Menteri tahun 1991. Seorang perawat mengenakan jilbab dalam rangka melaksanakan UUD 1945 pasal 29 ayat 2. “Kalau jilbab dilarang berarti melanggar UUD 45 tersebut,” sebut jilbaber yang kini menjadi politisi itu.

Selanjutnya, Yoyoh menyarankan agar mengedepankan musyawarah antara perawat dengan pimpinan RSKM. Kalau buntu bisa juga dengan bantuan dari lembaga-lembaga sosial yang mempunyai kekuatan hukum. Karena tidak mungkin persoalan itu diselesaikan secara perseorangan. “Kalau perawat RSKM di Tambun masih juga dilarang mengenakan jilbab, adukan saja ke DPRD Bekasi,” saran Yoyoh.

Saran Yoyoh tepat sekali, di zaman keterbukaan memang harus menyuarakan kepentingan. Tak perlu takut-takut lagi. (Andy S, Citra S).

Cyber Sabili